Tampilkan postingan dengan label Priskila Haryo S. - 2015320048. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Priskila Haryo S. - 2015320048. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

Priskila Haryo S. - 2015320048 (Minggu 5)

Pada minggu terakhir ini, saya melanjutkan rak kosmetik saya yang minggu lalu belum selesai karena kehabisan bahan. Saya berbelanja pada hari rabu siang ke toko Singgalang di jalan karapitan, karena di toko tersebut lengkap dan memiliki harga yang lebih murah dibanding toko alat tulis lainnya. Saya membeli kertas pembungkus berwarna silver, double tape, dan hiasan dari biji kacang berbentuk bunga sebagai hiasan. saya membayar barang-barang tersebut dengan uang hasil penjualan keripik yang sudah dibayar oleh teman saya pada hari minggu. Lalu saya antarkan rak tersebut pada teman saya pada kamis malam, namun saya tidak sempat memfoto teman saya karena dia sibuk dan tidak ada di rumah, pada saat saya mengantar rak tersebut, yang menerima dan membayar adalah mama nya (request dari teman saya agar barangnya diantar hari itu dan dititip ke orang rumahnya). pada jumat malam, teman saya mengupload foto di snapgramnya, dan saya senang karena dia puas dengan hasil kerja saya. Dari hasil penjualan selama ini, saya mendapatkan keuntungan materi sebanyak Rp151.400. Untuk keuntungan non-materi, saya mendapatkan ilmu tentang perpajakan. jadi pada minggu pertama waktu itu, saya main ke rumah saudara saya, dan saya menawarkan danboo, namun saudara saya tidak tertarik. saat itu saudara saya yang bekerja sebagai konsultan pajak, menawari saya untuk membantu dia karena pekerjaannya sangat banyak dan saya akan diberi gaji. dan saya setuju untuk membantu saudara saya saat saya libur kuliah. Waktu itu juga saya sempat bertanya pada bu Fiona, apakah boleh jika hasil dari project ini. saya bekerja di orang lain, namun jawabannya adalah tidak. saya harus berjualan sendiri, sehingga saya tetap melanjutkan jualan saya dan juga bekerja di saudara saya. Semenjak saat itu, saya membantu saudara saya membuat SPT pajak, dan mengurusi Tax Amnesty yang kemarin-kemarin sedang ramai. Karena membantu saudara saya, saya mendapatkan banyak ilmu tentang aturan-aturan pajak, apa saja yang harus diisi saat membuat laporan, dll. Selain itu, pada minggu ke 3 saat saya berjualan brownies, saya menawarkan pada cici gereja saya juga, namun saat itu cici saya menolak karena sedang diet. Cici saya malah menawarkan, agar nanti saat saya libur kuliah, sekitar akhir Juli hingga Agustus awal, saya diajak untuk ikut dia ke Kalimantan, membantu dia mengurus sebuah project daerah. Katanya, untung saya menawarkan dia jualan saya, jadi dia ingat jika saya juga punya pengalaman di wedding organizer dan bisa menawarkan saya project ini (Karena jujur saya jika pulang gereja suka langsung kabur pulang ke rumah.. hehe) *Rejeki anak baik*. Saya setuju untuk ikut project tersebut, karena saya juga tidak begitu banyak kegiatan saat libur, apalagi saya pergi dengan gratis karena transport, makan, dan tempat tinggal semua dibiayai, malahan saya dibayar selama kerja disana. Selain itu saya tertarik untuk ikut, karena project ini bekerja sama juga dengan choreographer terkenal yaitu Ari Tulang. Dari dulu saya kecil, saya mengidolakan Ari Tulang, sehingga tawaran ini betul-betul menjadi keuntungan non-materi buat saya. *Rejeki superrr* hahaha. Sekian episode "berawal dari kertas putih" saya,, berawal dari kertas putih, dan berakhir dengan banyak keuntungan yang menyenangkan..❤❤❤ ini ceritaku,, mana ceritamu? ☺☺☺ ~The End~

*Sampai lupa melampirkan foto :') ahaha, berikut di bawah ini, saya lampirkan foto rak kosmetik yang saya buat, kali ini sudah selesaiii... dan saya lampirkan juga video saat saya berbelanja keperluan dalam membuat rak* ~ kali ini beneran The End :') ~

Tampak Depan

Tampak Belakang
Berikut adalah foto yang dikirimkan oleh teman saya ❤☺






Minggu, 30 April 2017

Minggu 4 (Priskila Haryo S. - 2015320048)

Dari hasil penjualan brownies minggu lalu, saya pakai uang tersebut untuk membeli keripik kiloan di tempat teman saya, saya membeli keripik pisang asin (@2kg) dan keripik pisang manis (@500gr), selanjutnya saya kemas ulang dalam plastik-plastik kecil sebanyak (@100gr) tiap plastiknya. Namun uang yang telah terkumpul dari hasil penjualan yang lalu, masih kurang sebagai modal untuk berjualan keripik ini, sehingga saya menambahkan kekurangannya dengan uang saya. Saya menawarkan keripik tersebut, kepada teman gereja saya yang masih SMA untuk dia jual lagi di sekolahnya, dan dia setuju. sehingga semua keripik saya, saya jual kepada 1 orang saja. Dari hasil penjualan tersebut, saya mendapatkan laba yang lumayan daripada penjualan-penjualan saya sebelumnya. Namun karena situasi yang tidak memungkinkan (waktu itu saya antarkan keripik-keripik tersebut ke rumahnya malam hari dan sedikit gerimis sehingga saya buru-buru), jadi saya tidak sempat memfoto konsumen saya, namun berikut adalah foto keripik-keripik saya saat saya packing.
Keripik Pisang asin

Keripik pisang manis & asin


Kehabisan Double Tape :(
Selanjutnya, karena minggu ini masih tersisa waktu lumayan banyak, (Saya mengantarkan pesanan tersebut hari selasa, dan teman saya menjanjikan akan membayar lunas semuanya pada hari Minggu saat gereja), lalu saya mencari ide untuk berjualan hal lain, namun yang tidak harus mengeluarkan modal. Saat itu saya ingat dulu pernah melihat video kerajinan dari barang bekas, dan kebetulan teman saya ada yang berkali-kali mengeluh karena kosmetiknya berantakan dan dia membutuhkan tempat kosmetik. Dari situ saya mencoba contact teman saya, dan menawarkan untuk membuatkan rak kosmetik dari barang bekas (Dengan bayaran tentunya!). Awalnya dia ragu-ragu, tapi saya mencoba meyakinkan jika hasilnya tidak akan mengecewakan (hahaha), dan saya berkata jika rak nya bisa custom sesuai keinginan dia. Akhirnya dia pun setuju, dan dia hanya memesan sebuah rak kosmetik 2 tingkat dengan laci dan ada tempat untuk kuas-kuas kecil, dan saya juga diberikan kebebasan untuk menambahkan apapun. Sebelum membuat, saya memberikan gambaran dulu raknya nanti akan seperti apa, dan dia setuju. Lalu mulailah saya mengerjakan rak tersebut, dengan barang-barang bekas yang tersedia di rumah saya. Dan namanya juga barang bekas/barang seadanya di rumah, ternyata di tengah-tengah pengerjaan, saya kekurangan double tape dan kertas pembungkus berwarna silver. Beruntung teman saya juga tidak memberikan jangka waktu untuk pengerjaannya, karena rak ini saya kerjakan pada Sabtu malam, dan toko buku yang murah yang saya tahu, tutup pada hari minggu, sehingga saya baru akan membeli kekurangan bahan di minggu depan. Sekian cerita untuk minggu ini, dan bersambung ke minggu depan. ❤❤❤ (di bawah ini adalah video barang-barang yang diperlukan saat membuat rak kosmetik, dan bagaimana bentuk rak tersebut)

Minggu, 23 April 2017

Minggu 3 (Priskila Haryo S.-2015320048)

Untuk minggu ke 3 ini, saya menggunakan uang dari hasil berjualan papercraft sebagai modal untuk berjualan Brownies kukus. Saya memilih berjualan brownies, karena ada beberapa teman saya yang minta untuk dibuatkan cemilan, sehingga saya terpikir untuk sekalian berjualan. Dari modal seadanya, dan beberapa alat&bahan yang ada di rumah, saya mulai membuat brownies kukus. Berikut Video tutorial membuat brownies dari saya.


Di rumah, saya ingat jika saya masih memiliki banyak kotak mika tidak terpakai bekas perayaan valentine kemarin, sehingga untuk mempercantik brownies saya, saya masukkan brownies tersebut ke dalam kotak. Dan saya tambahkan juga beberapa permen agar dapat menambah nilai jual produk saya. Satu Loyang brownies tersebut, dapat dibagi menjadi 10 potong, sehingga total yang harus saya jual adalah 10 potong. Selain saya jual kepada teman saya, saya tawarkan brownies saya di lingkungan gereja, karena setelah selesai beribadah tidak ada yang berjualan makanan dan hampir setiap orang setelah selesai ibadah menginginkan cemilan *saya tahu dari pengalaman-pengalaman sebelumnya*  Dari hasil berjualan brownies, saya mendapatkan laba lebih banyak, karena ada beberapa om dan tante yang baik hati membayar lebih dari harga yang saya tawarkan ❤❤ Berikut foto-foto dokumentasi saya. *ps:Abaikan mereka yang senang foto candid :')* 



Sekian cerita untuk minggu ini. Dan saya masih mencari ide lain untuk produk saya minggu depan. Semoga saya mendapatkan ide baru yang lebih baik lagi minggu depan :')

Minggu, 16 April 2017

Minggu ke 2 (Priskila Haryo S.-2015320048)

Minggu ini tidak banyak yang bisa saya ceritakan, yang pasti mulai minggu depan, saya akan mengganti produk saya, karena susah sekali menjual papercraft.. L Untuk bisa menjual produk baru, tentu saja saya harus memiliki modal awal J Sehingga di minggu ini, saya gencar menawarkan bahkan sedikit “memaksa” agar teman-teman saya mau membeli produk saya. Beruntung ada beberapa orang yang setelah dibujuk-bujuk akhirnya mau membeli produk saya, dan ada beberapa yang membeli untuk adiknya.  Namun tetap saja tidak banyak produk yang laku, dan hanya beberapa saja konsumen yang bisa saya foto. Setidaknya, saya memiliki cukup modal untuk memulai produk baru saya minggu depan. Berikut saya lampirkan foto-foto para pembeli yang dapat saya foto, dan video pengerjaan papercraft saya. Sampai berjumpa minggu depan, di minggu ke 3 dengan produk yang baru J






Minggu, 09 April 2017

Priskila Haryo S. - 2015320048 (Minggu 1)

Pada hari Senin tanggal 3 April 2017, saya dan teman-teman di kelas diberikan selembar kertas HVS kosong oleh Ibu Fiona, untuk digunakan sebagai modal suatu usaha. Berikut saya lampirkan video saat beliau sedang menjelaskan tugas mengenai kertas tersebut, sebagai bukti jika tugas tersebut diberikan oleh beliau :) hehehe..

Awalnya saya blank dikasih tugas seperti itu.. gimana caranya dan gimana bisa memulai suatu usaha hanya dengan selembar kertas :') Selama hampir satu minggu, bener-bener gak ada ide yang muncul sama sekali.. sampai akhirnya hampir deadline buat upload blog ini, barulah muncul ide yang berasal dari The Power of "Kepepet". Keinget dulu waktu kecil, saya suka sekali bermain boneka-boneka kertas, yang bisa diganti-ganti bajunya itulohh,, beli di mang" tukang mainan yang suka mangkal depan sekolah-sekolah biasanya. Akhirnya muncul sebuah ide buat bikin boneka dari kertas juga. Tapi berhubung sekarang di sekeliling saya orang-orangnya udah gedeeee kan :))),,, jadi gak mungkin kalau bikin mainan yang persis kaya gitu, karna gak bakal kepake dan gak bakal laku juga kalau saya jual di lingkungan sekitar saya.. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat boneka kertas untuk pajangan, dimana nanti mungkin akan saya buat agar produk bisa custom sesuai keinginan konsumen saya. *MUNGKIN* yahhh,, untuk saat ini, saya buat dulu yang kira-kira masih mungkin dibeli oleh orang-orang yang nanti akan saya tawari barang saya. berikut tampilan boneka-boneka kertas yang saya buat sebagai contoh.
Boneka karakter Pikachu ☺☺

Boneka karakter Superman ❤ (buat kalangan cowo)


Nah,, sekarang saya mau tulis hubungan boneka-boneka ini dengan 1 lembar kertas HVS kosong yang tadi saya bahas di awal. Yang pasti, kertas HVS tersebut bukan saya pakai untuk jadi bahan dasar boneka ini. Jadi, sebagai modal awal saya, saya buat selembar kertas HVS tersebut sebagai katalog, untuk saya bawa kemana-mana dan saya tawari teman-teman / kenalan saya. Saya memilih 20 karakter yang dapat dipilih oleh orang-orang yang saya tawari. Baru setelahnya, saya buat boneka tersebut. *Sistem PO gitulah maksudnyaaaa* Mereka nanti boleh pilih karakter yang kira-kira mereka sukai. nah, ini before after si kertas HVS tersebut.

Before
After

Berhubung ide ini muncul waktu udah kepepet, akhirnya saya baru sempat menawari beberapa teman gereja dan teman SMA saya. Sayangnya, belum ada yang memesan satupun :') Tapi setidaknya, mereka mau saya foto untuk dokumentasi :P
*ps: tolong abaikan mereka-mereka yang candid cantiks* mwahaha xD



Dan selesailah sudah waktu 1 minggu ini tanpa ada barang yang terjual satupun :') Semoga minggu-minggu berikutnya barang saya bisa laku *mohon doanya :))* dan semoga selembar kertas HVS ini bisa memberi saya sesuatu yang unexpected, unpredictable, dan un un lainnya.☺☺ See you next week!❤