Tampilkan postingan dengan label Maria Angelina 2015320060. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maria Angelina 2015320060. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

Maria Angelina Ratnadewi Ep 5

Kisah Kertas Putih
Episode 5

Di minggu terakhir ini saya melanjutkan bisnis saya di episode sebelumnya yaitu abodemen untuk dekorasi meja cafe. Tetapi di minggu ini pemilik cafe menginginkan saya untuk membuat dekorasi menggunakan bunga asli dan bertema agak rustic. Akhirnya saya harus memutar otak bagaimana dengan modal yang minim saya dapat menyajikan dekorasi yang menarik, karena bunga asli relatif lebih mahal. Selain itu ada investasi yang harus dilakukan yaitu investasi terhadap pot yang digunakan untuk dekorasi. Untungnya setelah berbincang lebih jauh, pemilik cafe yang akan investasi untuk modal pot yang digunakan. Sedangkan materi bunga menjadi tanggung jawab saya untuk diperhitungkan dalam harga bunga abodemen.

 Setelah mencari-cari ide saya memutuskan untuk memilih bunga Eryngium dan Caspea untuk dijadikan materi dalam abodemen di minggu ini. Saya memilih bunga ini karena bunga ini bisa bertahan cukup lama meski pun tidak mendapatkan air, tapi bila tidak diberi air bunga ini cenderung akan kering. Untuk menghindari perubahan warna saya memutuskan untuk mewarnai kedua bunga dengan semprotan untuk bunga. Saran-saran tersebut bukan saya dapatkan seorang diri tetapi dengan bantuan pemilik toko yang pernah saya singgung di episode 2 (Kisah Kertas Putih Episode 2). 

Sebelum merangkai pastinya saya membeli beberapa bahan yang diperlukan dan beberapa memang sudah saya beli di episode sebelumnya. Ini merupakan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat satu buah dekorasi meja.


 Bahan-bahan itu saya rangkai sedemikian rupa, agar tetap menarik meski pun ukurannya yang tidak terlalu besar. Selain itu karena saya membuat cukup banyak rangkaian saya harus membuat rangkaian yang mudah tetapi tetap menarik. Untuk itu saya memutuskan untuk membuat rangkaian dengan teknik handtied. Karena membuat rangkaian dengan teknik ini tidak memerlukan waktu lama. Ini merupakan hasil akhir dari rangkaian.

Tapi saya lupa untuk lupa memfoto semua rangkaian dan hanya memfoto satu saja karena terburu-buru, ditakutkan jalanan macet dan terlambat mengantar ke cafe pelanggan tersebut. Saya mengantarnya menggunakan kendaraan pribadi dan sesampainya disana saya hanya perlu memberikan rangkaian. Karena yang akan meletakan adalah pegawai cafe tersebut ketika cafe tutup. 

Keesokan harinya saya mengunjungi cafe tersebut, karena sejak cafe tersbut buka saya belum sempat mencoba makan disana. Maka saya memanfaatkan waktu tersebut untuk memfoto dekorasi yang sebelumnya sudah saya kirim.



Di episode kelima ini kertas putih sudah benar-benar berubah menjadi bisnis akhir yang mirip dengan yang saya inginkan. Kertas putih sudah berubah menjadi kerja sama bisnis, materi, dan bahkan relasi dengan orang-orang baru.


Sabtu, 29 April 2017

Maria Angelina Ratnadewi Ep 4

Kisah Kertas Putih
Episode 4

Dari kegiatan yang saya sudah lakukan di minggu kemarin, modal saya sudah bertambah. Awalnya saya masih bingung dengan bisnis yang saya ingin lakukan, karena bisnis yang saya inginkan memerlukan banyak portofolio agar lebih menarik dan konsumen percaya. Ketika saya sedang membuka instagram ternyata salah seorang teman baru saja membuka café. Dari yang saya ingat ia menyukai bunga. Untuk itu saya memberanikan diri untuk menghubungi dan menawarkan kerjasama.

Bentuk kerjasama yang saya tawarkan adalah saya akan menyediakan abodemen untuk dekorasi di meja café. Ternyata ia juga tertarik karena ia memang sedang mencari orang yang mau mengerjakan abodemen tersebut. Maklum saja abodemen yang diinginkan adalah rangkaian meja dan ukurannya bisa dikatakan cukup kecil. Maka pemilik café meminta beberapa contoh foto rangkaian yang kurang lebih cocok untuk diletakan di café.

Tapi karena sebelumnya saya tidak pernah memfoto rangkaian yang saya buat, maka saya harus membuat rangkaian yang baru. Untuk merangkai pastinya saya membutuhkan bahan dan alat-alat yang sesuai, maka saya memutuskan untuk membeli hitung-hitung untuk investasi juga. Uang yang saya dapat dari hasil bisnis kemarin saya gunakan untuk membeli peralatan dan bahan-bahan untuk merangkai bunga. Ini adalah foto bahan-bahan dan peralatan yang saya beli.




Hasilnya adalah beberapa rangkaian bunga. Foto-foto ini saya kirimkan pada pemilik café, dan ternyata style rangkaian yang saya buat sesuai dengans tyle pemilik café. Pemilik café senang dan merasa cocok dengan rangkaian yang saya buat. Dikarenakan saya sudah mengenal pemilik café tersebut tidak ada perjanjian tertulis yang sifatnya mengikat, kerjasama didasari rasa percaya saja. Tapi dikarenakan saya yang juga masih kuliah. Akhirnya pemilik café mempertimbangkan kalau abodemen dilaksanakan tiap dua minggu sekali saja.
 




Di episode keempat ini kertas putih berubah lagi menjadi produk contoh. Dari contoh rangkaian yang dibuat sudah berhasil membangun kerjasama bisnis. Semoga kedepannya bisnis akhir saya bisa dimulai dengan lebih cepat.


Sabtu, 22 April 2017

Maria Angelina Ratnadewi 2015320060 - Ep 3

Kisah Kertas Putih
Episode 3

Di minggu ini saya masih bingung mengenai bisnis akhir yang mau saya lakukan. Hal tersebut dikarenakan modal yang saya miliki, saya rasa belum mencukupi untuk membuat bisnis yang saya cita-citakan. Jadi di minggu ini saya masih berupaya menambah modal saya untuk menjalakankan bisnis nanti.

Ketika melihat kalender dan mendapat informasi dari seorang teman kalau tanggal 22 April 2017 ada wisuda di Universitas Maranatha. Akhirnya saya memutuskan untuk open order bunga wisuda di Maranatha, iseng-iseng siapa tahu ada yang memesan. Dari uang yang saya dapatkan di episode sebelumnya, saya gunakan untuk membuat beberapa contoh bunga wisuda. Tetapi karena di Bandung terbilang cukup banyak tukang bunga, maka saya harus mencari sesuatu yang berbeda. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat bunga wisuda dari bunga yang dikeringkan . Dan ini adalah beberapa fotonya


Untuk memasarkan ini saya meminta bantuan kepada beberapa teman SMA yang berkuliah di Maranatha. Media digunakan untuk memasarkan hanya Instagram dan Line. Diawal-awal tidak ada yang memesan meskipun sudah menawarkan diskon 10%. Mungkin karena baru dan mendadak hanya 1 minggu sebelum wisuda dilaksanakan. Harapan saya mulai semakin redup ketika mengetahui bahwa mahasiswa/i Maranatha juga menjadikan keempatan ini untuk 'ngedanus'. Meskipun saya tidak mengetahui harga asli dari danus yang mereka buka, tapi saya bisa memperkirakan bahwa bunga wisuda yang mereka jual tidak terlampau mahal dibandiingkan dengan bunga yang saya jual. 

Tapi sekitar tiga hari sebelum wisuda mulai ada sekitar lima buah buket bunga. Meskipun sebenarnya buket ini bisa dicicil dari jauh-jauh hari, tapi karena kesibukan kuliah dan tugas, buket baru dikerjakan di tanggal 22 April 2017 di pagi harinya. Sebelumnya saya sudah memperkirakan berapa lama waktu yang saya perlukan untuk membuat buket. Saya mulai membuat buket dari pukul enam pagi hingga sekitar pukul sembilan pagi. Sekitar pukul setengah sebelas saya berangkat ke Maranatha untuk mengantarkan bunga, karena ada beberapa bunga yang diantar ke Maranatha dan ada yang diantar menggunakan Go-Jek.Saya tidak sempat untuk memfoto semua bunga karena ada bunga yang sudah harus dikirim, jadi hanya ada beberap bunga saja.


Di episode ketiga ini kertas putih sudah berubah menjadi uang yang dijadikan modal membuat buket. Dari modal sudah berubah lagi menjadi uang. Semoga uang yang terkumpul cukup untuk modal usaha nantinya. 
 

Sabtu, 15 April 2017

Maria Angelina Ratnadewi - Ep 2

Kisah Kertas Putih
Episode 2

Di minggu kedua ini, saya masih melanjutkan project di minggu lalu yaitu design photo booth untuk Fifteen Cafe. Bila di minggu lalu saya hanya mendesign, di minggu ini saya benar-benar mendekor area kosong di Fifteen Cafe menjadi photo booth dengan tema Paskah. 

Mendekor untuk photo booth ini merupakan kali pertama saya, sehingga saya masih sedikit bingung. Selain itu ketika mendekor terjadi sedikit hambatan karena perbedaan warna di design (dapat dilihat pada Kertas Putih Ep 1) dan pada property. Dapat dilihat bahwa photo booth di atas masih terlalu sepi dan karena warna pagar sebagai partisi dan kelinci memiliki warna yang sama yaitu warna putih. Karena melihat kondisi ini saya harus memutar otak bagaimana membuat kelinci putih yang sudah ada bisa  tetap digunakan tapi memiliki efek yang bagus. Juga menambahkan kesan warna-warni.


Karena dirasa masih terlalu polos, Ibu Kurniati menyarankan saya untuk datang ke salah satu toko bunga langganan Ibu Kurniati untuk mencari inspirasi dan juga melihat-lihat bila ada property yang dapat digunakan untuk melengkapi photo booth. Setelah berbincang dengan salah satu pegawai di toko tersebut dan sempat browsing terlebih untuk mencari ide, saya mendapatkan beberapa property yang dapat digunakan untuk melengkapi photo booth. Tetapi karena hari itu saya juga memiliki janji lain, kegiatan mendekor saya lanjutkan ke esokkan harinya. 

Besoknya saya melanjutkan mendekor photo booth. Tetapi karena tidak ada yang dimintai tolong merekam jadi saya tidak bisa menampilkan video. Ini merupakan hasil jadi dari photo booth yang saya buat. 




Begitulah kisah kertas putih di episode kedua ini, 


Minggu, 09 April 2017

Maria Angelina Ratnadewi 2015320060 - Ep 1

Senin 3 April, awal dari kisah kertas putih. Apa yang terbayang dari sebuah kertas putih menjadi sebuah hasil materi dan non materi? Apa yang harus dilakukan dengan selembar kertas putih?

Dengan bermodalkan hobi, dan keberanian akhirnya saya mendatangi salah satu cafe di Bandung. Cafe yang saya datangi adalah Fifteen Cafe di jl Sumatera no 15, Bandung. Cafe ini terbilang masih baru. Selain itu saya pernah mengenal pemiliknya yaitu Ibu Kurniati. Daripada bingung memikirkan apa yang harus dilakukan dengan kertas putih ini. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menawarkan design untuk photo booth ketika Paskah nanti sekaligus survei lokasi bila design diterima. Ini adalah area yang bisa dijadikan tempat untuk photo booth.
Akhirnya dengan bermodalkan kertas putih, ide, alat tulis, dan alat warna, saya mulai mendesign untuk photo booth. 

Mendesign memang bukan keahlian saya tapi entah mengapa saya menyukainya. Butuh waktu sekitar 30 menit hanya untuk menggambar. Ditambah sebelumnya sudah mulai mencari-cari ide lewat internet. Karena Paskah identik dengan kelinci dan telur, saya membuat design dengan banyak kelinci dan pohon dengan telur sebagai hiasannya. Dan ini adalah hasil gambar saya.

Untuk memperjelas dan mempercantik hasil design saya, Saya pun mulai mewarnai dan menebalkan, tapi karena yang menjadi fokus adalah design saya, maka partisi besi yang menjadi dekorasi di Fifteen tidak saya tebalkan. Gambar ini merupakan hasil akhir dari design yang sudah selesai dan sudah diterima oleh pemilik Fifteen Cafe.

Di episode pertama ini kertas putih tidak hanya menghasilkan materi yaitu uang fee design dan non material yaitu relasi dengan Ibu Kurniati. Begitulah kisah kertas putih di episode pertama