Ternyata, membuat account di instagram dan memasang display barang untuk dijual memang mudah, namun menarik hati minat para pelanggan tidak semudah itu 😂 tidak ada direct message ataupun orang yang mengontak nomor handphone yang saya sediakan. Tetap harus ada usaha lebih untuk memasarkan produk yang kita telah ciptakan untuk dijual. Tapi setidaknya saya sudah mencoba untuk menjualnya lewat media sosial, dengan kata lain saya berani untuk menjualnya ke pasar secara global. Banyak sekali pelajaran penting yang saya terima dari membuat suatu usaha yang awalnya hanya bermodalkan kertas. Ternyata membuat usaha itu tidak mudah namun tidak sulit juga. Asal kita mau untuk berusaha lebih keras dan lebih giat, pasti peluang - peluang akan berhasil kita manfaatkan. Jangan pernah menyerah untuk mengejar mimpi kita sampai kita mendapatkan apa yang kita impikan, namun jangan lupa juga untuk senantiasa mengucap syukur akan apa yang kita terima!
Tampilkan postingan dengan label Reyhan Adi Sulistiyo 2014320066. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reyhan Adi Sulistiyo 2014320066. Tampilkan semua postingan
Minggu, 07 Mei 2017
Reyhan Adi Sulistiyo / 2014320066 - The Last
Akhirnya tiba di penghujung postingan di blog ini.. Pada minggu terakhir ini, saya mencoba untuk melakukan pemasaran ke luar zona teman - teman saya. Instagram benar - benar sangat membantu, selain membuatnya mudah, pemasaran melalui instagram juga sepertinya mudah karena dapat diakses oleh banyak orang di seluruh dunia. Hanya tinggal memasukkan hashtag yang unik, maka akan mudah dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat di dunia.
Ternyata, membuat account di instagram dan memasang display barang untuk dijual memang mudah, namun menarik hati minat para pelanggan tidak semudah itu 😂 tidak ada direct message ataupun orang yang mengontak nomor handphone yang saya sediakan. Tetap harus ada usaha lebih untuk memasarkan produk yang kita telah ciptakan untuk dijual. Tapi setidaknya saya sudah mencoba untuk menjualnya lewat media sosial, dengan kata lain saya berani untuk menjualnya ke pasar secara global. Banyak sekali pelajaran penting yang saya terima dari membuat suatu usaha yang awalnya hanya bermodalkan kertas. Ternyata membuat usaha itu tidak mudah namun tidak sulit juga. Asal kita mau untuk berusaha lebih keras dan lebih giat, pasti peluang - peluang akan berhasil kita manfaatkan. Jangan pernah menyerah untuk mengejar mimpi kita sampai kita mendapatkan apa yang kita impikan, namun jangan lupa juga untuk senantiasa mengucap syukur akan apa yang kita terima!
Ternyata, membuat account di instagram dan memasang display barang untuk dijual memang mudah, namun menarik hati minat para pelanggan tidak semudah itu 😂 tidak ada direct message ataupun orang yang mengontak nomor handphone yang saya sediakan. Tetap harus ada usaha lebih untuk memasarkan produk yang kita telah ciptakan untuk dijual. Tapi setidaknya saya sudah mencoba untuk menjualnya lewat media sosial, dengan kata lain saya berani untuk menjualnya ke pasar secara global. Banyak sekali pelajaran penting yang saya terima dari membuat suatu usaha yang awalnya hanya bermodalkan kertas. Ternyata membuat usaha itu tidak mudah namun tidak sulit juga. Asal kita mau untuk berusaha lebih keras dan lebih giat, pasti peluang - peluang akan berhasil kita manfaatkan. Jangan pernah menyerah untuk mengejar mimpi kita sampai kita mendapatkan apa yang kita impikan, namun jangan lupa juga untuk senantiasa mengucap syukur akan apa yang kita terima!
Minggu, 30 April 2017
Reyhan Adi - 2014320066 - Part VII
Jadi, karena tujuan awalnya ingin balik modal, saya sebenarnya agak terpaksa untuk menjual produk ini. Maka dari itu, saya mencoba untuk membagian tester kepada beberapa teman saya di kampus dan beberapa saudara saya yang bertemu sepulang gereja pada hari Minggu. Tanpa disangka - sangka, ternyata mereka menyukai produk ini dan hal tersebut menjadi motivasi buat saya untuk berjualan dengan serius. Agar semua mendapatkan porsi yang sama pada waktu yang sama, maka saya melakukan pre-order sehingga saya juga dapat sedikit menghemat waktu (karena saya terlalu banyak tugas di minggu kemarin baik tugas kelembagaan di UNPAR maupun tugas di perkuliahan 😴ðŸ˜) Total keseluruhan pemesanan dalam 1 minggu berjumlah 12 bungkus, dan sejujurnya saya bukan hanya balik modal, malah sudah sedikit mendapat keuntungan 😂.
Sebagian dari yang memesan ada yang mengkritik bahwa makanan ini terlalu pedas. Lalu saya menyanggahnya agar dia memakannya dengan nasi hangat, makanya saya beri brand "Temen Makan" supaya makan makin semangat dan rasa pedasnya sedikit berkurang karena bercampur dengan nasi yang hangat, setelah itu kita saling tertawa - tawa.
Di sini lah saya mulai merasa bahwa ternyata untuk mendapatkan sesuatu kita harus melakukan sesuatu. Daripada kita hanya berdiam diri saja menunggu sesuatu untuk datang, lebih baik kita untuk berusaha walaupun sedikit. Sedikit demi sedikit usaha yang kita berikan, lama kelamaan juga akan menjadi kebiasaan bagi kita dan diharapkan agar dapat melatih kita untuk berusaha lebih tekun.
Sebagian dari yang memesan ada yang mengkritik bahwa makanan ini terlalu pedas. Lalu saya menyanggahnya agar dia memakannya dengan nasi hangat, makanya saya beri brand "Temen Makan" supaya makan makin semangat dan rasa pedasnya sedikit berkurang karena bercampur dengan nasi yang hangat, setelah itu kita saling tertawa - tawa.
Di sini lah saya mulai merasa bahwa ternyata untuk mendapatkan sesuatu kita harus melakukan sesuatu. Daripada kita hanya berdiam diri saja menunggu sesuatu untuk datang, lebih baik kita untuk berusaha walaupun sedikit. Sedikit demi sedikit usaha yang kita berikan, lama kelamaan juga akan menjadi kebiasaan bagi kita dan diharapkan agar dapat melatih kita untuk berusaha lebih tekun.
Minggu, 16 April 2017
Reyhan Adi / 2014320066 - Kisah ke 2
Jadi, selama 1 minggu ini saya sangat disibukkan dengan kegiatan kampus khususnya kegiatan di KPUPM UNPAR dan latihan - latihan untuk persiapan Parahyangan Sports Combat(PSC), jadi saya tidak sempat untuk memproduksi apapun. Selama 1 minggu ini, saya mencari penjual kerupuk atau keripik yang menjual secara gorsir melalui website salah satu e-commerce untuk saya packing ulang dan menggunakan brand saya sendiri dengan bantuan kertas putih yang di awal masih sisa setengah lembar lagi.
Nah, mouse yang kemarin saya dapatkan, sangat berguna untuk membantu saya mencari supplier. Jujur saja jika menggunakan touchpad yang ada di laptop, kerjanya jadi agak lamban, apalagi touchpad laptop saya itu sekarang semakin tidak responsif sehingga terkadang suka memancing emosi apabila sudah di click tapi tidak merespon -.- thanks to mouse..
Nah, mouse yang kemarin saya dapatkan, sangat berguna untuk membantu saya mencari supplier. Jujur saja jika menggunakan touchpad yang ada di laptop, kerjanya jadi agak lamban, apalagi touchpad laptop saya itu sekarang semakin tidak responsif sehingga terkadang suka memancing emosi apabila sudah di click tapi tidak merespon -.- thanks to mouse..
Minggu, 09 April 2017
Reyhan Adi / 2014320066 - Kisah Putih ke 1
Begitu dapat tugas untuk menjadi seorang wirausaha dengan bermodalkan
selembar kertas HVS saja, tentu saya merasa kebingungan. Awal dapat
tugas hingga hari ini saya belum kepikiran untuk membuat hal apa.
Sepulang gereja, saya mampir ke rumah saudara saya dan dia sedang
membuat origami hiasan bunga. Saya langsung kepikiran untuk membuat itu
juga ketika saya tiba di rumah nanti. Karena saya kelupaan untuk meminta
saudara saya untuk mengajarinya, saya melihat cara membuat bunga
tersebut di YouTube.
Setelah bunganya jadi, mengingat waktu yang sangat mepet, saya hanya punya opsi ibu dan kakak saya untuk diajak barter. Akhirnya, saya memutuskan untuk memberikannya kepada kakak saya dan kemudian saya langsung meminta untuk bertukar dengan barang lain yang nantinya akan ditukar lagi ke orang lain (supaya dia ga baper karena barang yang dikasihnya dikasih lagi ke orang lain, jadi kasih tau dulu di awal). Awalnya dia bingung, entah bingung karena punya adik seperti saya atau bingung untuk memberikan barang apa..😕 Namun pada akhirnya dia memberikan saya .............
Sebenarnya video di atas merupakan sandiwara, karena kalau direkam secara langsung pasti ditolak duluan (ga akan mau di video). Tapi, sesungguhnya barter bunganya benar - benar terjadi dan mousenya jadi beneran buat saya loh 👌 Lumayan lahh ya buat bantu nugas 😂
Selanjutnya saya akan melakukan barter lagi dengan orang lain. Kira - kira siapa ya? Kira - kira saya bakalan dapet apa nih nanti? Stay Tuned!
Langganan:
Postingan (Atom)




