Pada minggu terakhir ini, saya tidak melakukan perubahan atau perkembangan yang signifikan
Karena saya mau bikin aksesoris Lego yang lain-lain lagi supaya lbh banyak, jd saya membeli Lego lagi. Tapi kali ini bukan yg asli karena mahal HEHE. Kali ini saya minta bantuan teman lelaki saya untuk mencarikan Lego KW secara online. Saya meminta bantuannya karena ia menyukai Lego dan ia tergabung dalam komunitas Lego sehingga bakal lebih mudah dan terpercaya untuk membeli Legonya. Saya tidak membuat video karena proses semua dilakukan online. Barang masih otw dan rencana saya akan membuat banyak contoh Lego agar bisa difoto dan agar menarik. Saya telah mengajak beberapa teman untuk usaha ini, sekalian untuk tugas matkul lain HEHE
Lego yang saya beli seharga Rp. 50.000 untuk 1 set berisi 5 Lego dibagi patungan dgn teman-teman lainnya. Jadi modalnya hanya sedikit.
Berikut adalah bukti screenshot chat teman saya dengan penjual Lego
Walau masih belum menerima laba yang bisa dinikmati (karena dipakai beli modal lagi yang lebih mahal), saya belajar membuat usaha atau mendapat uang bisa didapat dari mana saja dan bisa didapat dari hal kecil, sesepele selembar kertas, atau apa pun di sekitar kita. Saya juga mendapat kenalan baru dan dapat lebih mengenal dan belajar dari dan tentang orang lain dari kerja sama yang saya lakukan.
Label
- #Indrana #JaiDeva
- Lukman Hakim 2014320133
- Meisya M P 2015320005
- Meliska Johana 2015320024
- Nurfitriana
- Teddy Gunawan 2015320054
Tampilkan postingan dengan label Meliska Johana 2015320024. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meliska Johana 2015320024. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 06 Mei 2017
Minggu, 30 April 2017
Minggu 4 Meliska Johana
Pada minggu ini, pada hari Rabu, saya menerima paket pesanan bahan-bahan yang saya beli secara online.
Setelah mendapat bahan, saya meminta bantuan sekaligus mengajak teman tsb untuk membuat usaha Lego ini. Berikut proses pembuatan gantungan. Sedangkan proses pembuatan pin Lego tidak direkam karena cukup mengelem dan menempelkan saja. (Pin Lego dibuat dari Lego yang sudah dimiliki sebelumnya)
(kali ini video beresolusi rendah dan mulai agak akhir dipercepat karena takut tidak bisa diupload lagi karena file terlalu besar hehe)
Berikut adalah hasil akhir dari pembuatan gantungan dan pin Lego. Minggu depan saya akan melakukan penawaran, pembuatan dan penjualan.
Kalau ada yang tertarik, boleh pesen yaa! Lego bisa sesuai karakter yang disukai dan bisa Lego asli atau KW kalau mau lebih murah :D
Minggu, 23 April 2017
Meliska Minggu 3
Minggu ke-3
Minggu ini akhirnya saya mendapat ide usaha membuat sesuatu untuk dijual. Saya berencana membuat gelang Lego, gantungan Lego, pin Lego, hiasan Lego, dan lainnya. Dalam membuat gantungan Lego, saya bertanya kepada seorang teman yang saya ketahui dulu pernah berencana membuat gantungan Lego. Saya pun bertanya apakah bahan-bahan yang dibutuhkan masih ia miliki, sehingga saya bisa meminta sedikit dan tidak mengeluarkan uang lebih :p
Untungnya ia masih memiliki salah satu bahan yang dibutuhkan. Sisanya, saya beli secara online karena lebih murah dan lebih mudah untuk dicari. Dari lama minggu lalu, saya menambah banyak modal. Untuk membeli Lego asli, saya mengeluarkan uang sebesar Rp. 60.000,-. Tetapi apabila ada pemesan yang menginginkan Lego KW, maka harga jual akan lebih murah :D
Saya membeli bahan juga sekitar Rp.40.000,-
Berikut foto bukti chat dan pesanan yang akan baru ada minggu depan.
Pada minggu ini juga saya berencana membuat barang contoh, yaitu gantungan Lego untuk saya sendiri, kalau ada yang mau akan saya jual sih tapi hehe
Minggu ini juga saya mencari Lego yang sesuai dengan keinginan saya. Untuk mencari Lego minifigure sesuai keinginan, kita harus pandai meraba secara akurat, karena bungkus Lego tidak memberitahu Lego yang mana yang ada di dalamnya. Video yang berisikan pembelian hingga pemasangan Lego tidak dapat diupload ke sini karena file terlalu besar :( File video akhirnya saya upload ke Google Drive. Terimakasihh :D
Minggu, 16 April 2017
Minggu 2-Meliska Johana
Dari modal minggu lalu, yaitu berupa uang tunai
Rp. 5.500,-, saya menambah beberapa jumlah uang dan membeli sekotak pulpen
hitam seharga Rp. 14.000,- dengan isi 12 pulpen.
Saya menawarkan pulpen ini ke pegawai wanita di
toko dekat rumah. Saya memilih target pegawai wanita, karena biasanya pegawai
wanita dipekerjakan di bagian administrasi, stok barang dan lain-lain, yang
kerjaannya menulis atau mencatat. Dengan modal satu pulpen Rp. 1.200,-, saya
berhasil menjual pulpen kepada 4 pegawai, masing-masing membeli 2 pulpen dengan
harga Rp. 5000,- untuk 2 pulpen. Untuk minggu ini, dari menjual pulpen saya
mendapat uang Rp. 20.000,-. Saya masih mendapat sisa 4 pulpen dan telah mengambil laba sebanyak Rp. 6.000,- untuk menjual 8 pulpen untuk minggu ini.
Minggu, 09 April 2017
Meliska Johana / 2015320024
Meliska Johana / 2015320024
Walaupun telah beberapa hari memikirkan, saya tetap bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan selembar kertas HVS untuk dapat menghasilkan uang atau non-uang. Saya tidak terpikirkan apapun. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat selembar HVS ini menjadi salah satu modal untuk mendapatkan uang. Menurut saya, setelah mendapat uang, uang itu dapat digunakan untuk membeli hal lain yang dapat menghasilkan uang yang lebih lagi. Itulah mengapa barter tidak saya lakukan, juga karena sulit mencari orang yang ingin barter dengan selembar kertas.
Walaupun telah beberapa hari memikirkan, saya tetap bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan selembar kertas HVS untuk dapat menghasilkan uang atau non-uang. Saya tidak terpikirkan apapun. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat selembar HVS ini menjadi salah satu modal untuk mendapatkan uang. Menurut saya, setelah mendapat uang, uang itu dapat digunakan untuk membeli hal lain yang dapat menghasilkan uang yang lebih lagi. Itulah mengapa barter tidak saya lakukan, juga karena sulit mencari orang yang ingin barter dengan selembar kertas.
Lembar HVS ini saya gunakan untuk mencetak file. Saya melihat bahwa saya
memiliki printer, dan tidak semua orang memiliki printer. Juga karena terkadang
orang dikejar oleh waktu dalam mencetak tugas untuk dikumpulkan. Yang saya
rasakan juga, tempat mencetak fotokopi di sekitar UNPAR tidak nyaman karena
berbau asap rokok dan bahkan beberapa tidak terkoneksi internet, sehingga harus
repot mencari tempat mencetak foto dengan koneksi internet. Bila menggunakan
flashdisk juga, terkadang lupa untuk dibawa atau takut terkena virus.
Maka dari itu, saya memiliki ide untuk membuka jasa cetak tugas yang
dikirim melalui email, dan akan saya cetak dan saya beri di kampus. Menurut
saya usaha ini cukup baik, karena tidak semua orang memiliki printer, sehingga
mereka harus mencari tempat mencetak tugas, dan juga jika malas pergi ke tempat
cetak atau kepepet waktu masuk kelas. Sehingga, saya bisa memberikan hasil
cetak tepat sebelum kelas, sehingga mereka tidak kerepotan mengantri dan
mencetak di tempat cetak.
Usaha ini baru digunakan oleh saudara saya yang
tinggal tidak jauh dari rumah, sehingga saya mengantarkan cetakan tugasnya ke
rumah langsung. Saya memberikan harga Rp. 700,- per lembar, dan kalau mencetak
banyak, akan mendapat diskon. Harga ini telah termasuk ongkos pengantaran,
sehingga tergolong murah. Pelanggan tidak perlu repot dan tergesa-gesa lagi
jika menggunakan jasa ini. Pada minggu pertama ini, saya mendapatkan Rp. 5.500
dari jasa mencetak, dan akan saya gunakan sebagai modal lagi untuk minggu
selanjutnya.
Langkah dari usaha ini adalah menawarkan jasa, mencetak dan mengantarkan cetakan. Langkah ini sederhana dan membingungkan untuk direkam. Sehingga, berikut saya hanya memberi bukti berupa foto.
Langganan:
Postingan (Atom)

